RESUME MATERI DAY 2
RESUME MATERI DAY 2
Perguruan Tinggi di Era Digital dan Revolusi Industri
AINUN NAJIB
Era digital dan revolusi industri membawa perubahan besar bagi perguruan tinggi, menuntut mereka untuk beradaptasi agar tetap relevan.peran dan tantangan bagi mereka yaitu :
• Adaptasi Kurikulum dan Metode Pembelajaran
• Penguasaan teknologi baru baik dosen atau pelajar
• Perguruan tinggi harus membangun program dan bekerjasama
• MAHASISWA tidak hanya menguasai pengetahuan, tetapi juga memiliki kemampuan mempersiapkan era digital masa depan
Mahasiswa di era AI
Era ini sudah berjalann dan bertambah canggih . Banyak mahasiswa atau pelajar di era sekarang yang salah dalam penggunaan AI . Contoh nya :
Pengunaan copy paste AI tugas , penelitian, dll. Seharusnya AI ini pendamping belajar bukan pengganti belajar . Karna banyak mahasiswa di era sekarang yang salah dalam penggunaan AI .
Pola pikir kritis . Generasi muda cenderung lebih kritis, terbukaterhadap perubahan , dan memiliki idealisme yang tinggi.
Prinsip akses , teknologi td bole di monopoli untuk mneguras kekayaan alam , akses pada teknologi harus inklusiv , dan tidak menganggu kesenjangan
Generasi muda berintregritas anti korupsi
Dr. Nurul Ghufron, S. H, M. H.
• Indonesia sangat darurat dengan korupsi , korupsi sesungguhnya penghianatan yang suda di berikan oleh rakyat . Indonesia suda banyak sekali orang pintar tetapi kurangnya orang jujur ,yaitu orang berintregitas.
• STRATEGI KORUPSI . Pemberantasan korupsi tidak hanya dengan melakukan penindan tapi juga dengan pengedaran edukasi kepada masyarakat
• UNITED NATION CONVENTION AGAINST CORRUPTION : merusak pasar dan persaingan yang sehat , pelanggaran hak asasi manusia , meruntuhkan hukum , menurunkan kualitas hidup , menyebabkan kejahatan lain berkembang
• NEGARA BERKORUPSI YANG TERDAMPAK ADALAH RAKYAT KENAPA ? karena ketika negara berkorupsi ngara yang seharusnya melayani rakyat menjadi penindas terhadap rakyat
• CONTOH KORUPSI
1. KERUGIAN NEGARA
2. SUAP MENYUAP
3. PENGGELAPAN DALWM JABATAN
4. PEMERASAN
5. PERBUATAN CURANG
6. KONFLIK KEPENTINGAN DALAM PENGGADAAN
7. GRATIFIKASI
• KARAKTER PATRIORITAS BANGSA YAITU kecintaan pada tanah air , kerelaan pengorbanan tenaga , saling menghargai dan solidaritas , dan keserdahanaan
KH Ma'ruf Khozin - Ketua Aswaja Center, PWNU
Mahasiswa UNUSA sebagai generasi Aswaja An-
NahdliyahUnusa.ac.id
Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) diposisikan sebagai penerus dan pewaris tradisi keilmuan serta keagamaan Aswaja An-Nahdliyah, mengingat universitas ini didirikan dan berafiliasi langsung dengan Nahdlatul Ulama ,organisasi Islam terbesar di Indonesia yang menjadi rujukan utama paham Aswaja An-Nahdliyah. peran dan karakteristik mahasiswa UNUSA sebagai generasi Aswaja An-Nahdliyah:
1. Landasan Ideologis: Apa Itu Aswaja An-Nahdliyah?
Aswaja (Ahlusunnah wal Jama'ah): Merupakan paham keislaman yang mengikuti jejak generasi terbaik (salafus shalih) dalam beragama, berpegang pada Al-Qur'an, Hadis, Ijma Ulama, dan Qiyas.
Ciri Khas:
Menghormati keberagaman mazhab
Mengutamakan dampak sosial dari pemahaman agama
2. Peran Mahasiswa UNUSA sebagai Generasi Aswaja An-Nahdliyah
a. Penjaga Tradisi Keilmuan
• Mahasiswa UNUSA dididik untuk memahami dan mengamalkan khasanah keilmuan klasik NU (kitab kuning) dengan pendekatan kontekstual.
• Cintah tanah air untuk bangsa
• Sebagai kader NU, mahasiswa UNUSA diarahkan untuk menjadi pelopor toleransi dan perdamaian:
Menyebarluaskan Islam yang rahmatan lil 'alamin (kasih sayang untuk semesta).
c. Pejuang Kemaslahatan Sosial
Aswaja An-Nahdliyah mengutamakan amar ma'ruf nahi munkar melalui pendekatan yang bijak:
Terlibat dalam pemberdayaan masyarakat (ekonomi, pendidikan, kesehatan).
d. Inovator dalam Tradisi
Mahasiswa UNUSA didorong untuk mengadaptasi nilai-nilai Aswaja dalam konteks modern:
Mengembangkan teknologi dan startup berbasis nilai Islam.
Menyelesaikan masalah kontemporer (seperti hoaks, radikalisme online) dengan perspektif Aswaja.
Mempopulerkan budaya lokal (seperti gamelan, wayang) sebagai bagian dari dakwah kebudayaan NU.
3. Implementasi di Kampus UNUSA
Mata kuliah wajib seperti Pendidikan Agama Islam, Ke-NU-an, dan Aswaja An-Nahdliyah yang mengajarkan landasan teologis dan praktis.
4. Tantangan bagi Generasi Aswaja An-Nahdliyah
Globalisasi dan Radikalisme: Menjaga identitas Aswaja di tengah arus pemikiran transnasional yang ekstrem.
5. Kesimpulan: Mahasiswa UNUSA sebagai "Generasi Harapan"
Mahasiswa UNUSA bukan sekadar penuntut ilmu, melainkan kader peradaban yang dituntut untuk:
Menginternalisasi nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah dalam kehidupan pribadi.
Mengimplementasikan prinsip moderat, toleran, dan maslahah dalam bermasyarakat.
Mengembangkan tradisi intelektual NU untuk menjawab tantangan zaman.
Dengan demikian, mereka menjadi jembatan antara warisan ulama Nusantara dan masa depan Indonesia yang berkeadilan, beradab, dan berkepribadian Islam. Seperti dikatakan KH. Hasyim Asy'ari: "NU itu tugasnya nguri-uri (melestarikan) yang shalih dan ngembangke (mengembangkan) yang aswaja." Mahasiswa UNusa adalah garda terdepan dalam misi ini.
https://unusa.ac.id/
fk.unusa.ac.id
Menautkan media sosial UNUSA
: https://www.facebook.com/unusaofficialfb
: https://www.instagram.com/unusa official/
Youtube
: https://www.youtube.com/@unusa_official
Twitter (X)
: https://x.com/unusa official?lang=en
Tiktok
: https://www.tiktok.com/@unusa_officialUnuss.ac.id
Blog teman : https://arikahsalsabila.blogspot.com/2025/09/resume-pkkmb-day-2.htmlhttps://arikahsalsabila.blogspot.com/2025/09/resume-pkkmb-day-2.html
Komentar
Posting Komentar